Senin, 17 Desember 2012

Menentukan seseorang cerdas atau tidak melalui tangan

tangan, telunjuk, kecerdasan
Menentukan   seseorang   cerdas  atau  tidak  tanpa  menguji   otaknya   memang tidaklah mudah. Apalagi jika hanya mengandalkan tampilan fisik. Seringnya kita mendapatkan fakta yang berseberangan.  Seseorang dengan tampilan fisik menarik tak berkorelasi positif dengan kemampuan otaknya yang cerdas. Demikian pula sebaliknya. Meski demikian, berdasarkan hasil penelitian ada bagian tubuh manusia yang bisa digunakan untuk mengungkapkan kecerdasan seseorang.
Mark Brosnan  salah satu peneliti dari Universitas  Bath mengungkapkan  bahwa kecerdasan seseorang dapat dilihat dari perbandingan panjang jari manis dan jari telunjuknya. Seorang anak yang memiliki jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk cenderung  memiliki kemampuan  matematika  lebih tinggi daripada kemampuan  verbal dan bahasa. Jika perbandingan sebaliknya anak umumnya memiliki kemampuan verbal seperti menulis dan membaca yang lebih baik dari matematika. Panjang jari tangan merefleksikan perkembangan bagian-bagian di otak.
Para   ilmuwan   telah   lama   mengetahui   bahwa   pertumbuhan   jari-jari   tangan manusia berbeda-beda tergantung hormon testosteron dan estrogen di dalam rahim saat bayi dikandung ibunya. Kadar testosteron yang tinggi diyakini mendukung perkembangan bagian otak yang berhubungan dengan matematika dan pandang ruang. Hormon itu pula yang menyebabkan jari manis tumbuh lebih panjang. Estrogen juga mendorong efek yang sama pada bagian otak, namun yang berhubungan dengan kemampuan verbal. Hormon ini mendukung pertumbuhan jari telunjuk, sehingga lebih panjang dari jari manis.
Untuk menguji hubungan kecerdasan dengan rasio panjang jari tangan, Brosnan dan koleganya  membandingkan  tes scholastic  (SAT) semacam  psikotes  kepada  calon siswa yang mendaftar sekolah dengan panjang cap jari setiap siswa yang telah diminta sebelumnya. Mereka mengukur panjang jari-jari secara teliti menggunakan jangka sorong yang memiliki tingkat ketelitian 0,01 mm. Kemudian rasio panjang jari dicatat untuk memperkirakan perbandingan kadar testosteron dan estrogen.
Hasil   tes   siswa   laki-laki   dan   perempuan   dipisahkan.   Mereka   menemukan
hubungan yang jelas antara tingginya paparan testosteron terlihat dari panjang jari manis yang lebih panjang daripada jari telunjuk dengan nilai uji matematika yang tinggi. Juga tingginya paparan estrogen dengan kemampuan bahasa dan verbal pada sebagian anak perempuan.  ”Rasio  panjang  jari  memberikan  kita  gambaran  mengenai  kemampuan pribadi yang berhubungan dengan kognitif (daya pikir).”   Ujar Brosnan yang akan melaporkan temuannya dalam British Journal of Psychology.

Sumber : Harian pikiran rakyat, 31 Mei 2007

Ditulis Oleh : Unknown // 14.25
Kategori:

2 komentar:

  1. boleh jg artikel nya :D

    ijin nyimak sob :)

    jgn lupa comment back nya :)

    BalasHapus
  2. haha, boleh jg artikel nya :D

    ijin nyimak sob :)

    jgn lupa comment back nya :)

    BalasHapus

 
Diberdayakan oleh Blogger.